Perburuan Souvenir Pernikahanku

Aku baru memikirkan souvenir pada hari Senin tgl 6 Pebruari atau 15 hari sebelum hari akad nikah. Lupa tepatnya, namun seingatku sepulang dari mengurus dokumen di KUA hari itu, aku diliputi keinginan kuat dan penasaran apakah masih cukup waktu menyediakan souvenir untuk pernikahan kami.

Keesokan harinya aku melihat-lihat di internet dan tertarik dengan beberapa pilihan seperti towel berbentuk roll cake, magnet berbentuk kupu-kupu berwarna-warni, boks tissue dari anyaman, pigura dari daun dikeringkan dan juga gantungan kunci boneka pasangan pengantin.

Sempat menghubungi salah satu penyedia souvenir pernikahan berbentuk towel di daerah Kemanggisan untuk bertanya-tanya namun sayang sekali jawabannya kurang memuaskan karena meminta waktu sehari untuk memeriksa apakah towel yang aku minta tersedia atau tidak.

Kemudian aku menghubungi agen penyedia lainnya di Bekasi yang kebetulan sedang berada di rumah sakit namun kali ini jawabannya positif yaitu siap menyediakan jika jumlahnya hanya dibawah seratus namun aku harus memesan seratus buah towel untuk minimum pemesanan. Aku bahkan sempat mengatakan akan mengambil pesanan langsung ke Bekasi jika pengiriman tidak ada jaminan sehari bisa sampai nanti. Namun tetap saja, aku masih harus menunggu khabar apakah stock towel yang berwarna sesuai keinginanku masih mencukupi apa tidak, dari ibu penerima telefon yang ramah itu.

Sehari kemudian tanpa sengaja aku melihat pembatas buku terbuat dari kulit berukir berbagai tokoh pewayangan di sebuah situs penyedia souvenir juga dan aku segera menghubunginya namun sayang karena batas waktu kurang dari dua minggu, agen penyedia tersebut menolak pesanananku.

Pembatas buku untuk souvenir

Kebetulan aku dan Drew sama-sama suka membaca buku, jadi aku putuskan untuk memilih souvenir ini tanpa meminta pendapat Drew terlebih dahulu. Dia bahkan tidak tahu aku memesan souvenir hingga souvenir sudah ditanganku. Maaf ya, cinta kali ini aku mengabaikanmu dengan sengaja agar kita tidak pusing mendiskusikannya :oops:

Kemudian aku menghubungi agen lainnya melalui facebook, lagi-lagi jawaban sama yang kudapatkan. Alasannya saat itu musim hujan, pembatas buku tersebut adalah handmade yang dibuat satu per satu dan membutuhkan sinar matahari untuk mengeringkan kulit dan catnya. Dari agen itu juga aku mengetahui kalau souvenir tersebut biasanya dibuat oleh para pengrajin di Jogja atau Solo.

Aku mulai mengumpulkan nomer-nomer agen lainnya yang bisa aku hubungi untuk mendapatkan souvenir tersebut. Ada 17  agen penyedia souvenir yang aku temukan dari situs-situs mereka di internet. Maka dimulai lah perburuan itu ;)

Dari 17 nomer yang kuhubungi ternyata rata-rata berada di Jakarta dan harus memesan dulu ke pengrajin di luar kota, artinya harga souvenir menjadi lebih mahal karena mereka adalah “tangan kedua” dan tidak ada jaminan souvenir akan sesuai seperti yang kita inginkan karena tidak berbicara langsung dengan agen pertama yang memperkerjakan para pengrajin.

Hampir tidak ada agen yang menyanggupi dengan alasan waktu yang terlalu mepet dan jumlah pesananku tidak banyak (gak sinkron, ya? Jika 100 lembar saja waktunya dianggap kurang, bagaimana jika aku pesan lebih banyak?) namun aku tetap saja berusaha dan berkeyakinan dari sekian banyak agen ini, pasti ada yang merupakan agen pertama.

Sebenarnya, ada agen yang sanggup menyediakan pesananku namun tahu kah harga yang ditawarkan berapa? Hampir 7 kali lipat yaitu Rp 17,000,- perlembarnya. Tentu saja aku langsung menolak karena paling murah, aku pernah mendapatkan penawaran harga Rp 1,800,- per lembar, jadi menurutku harga Rp 17,000,- sungguh tidak masuk akal :roll:

Akhirnya aku menemukan juga agen yang bersedia memenuhi pesanan pembatas buku wayangku dengan minimum pemesanan sebanyak 100 lembar dalam waktu 10 hari dengan harga yang pantas, nama agennya adalah “Pumpunk Craft”.

Meskipun sedikit dihantui rasa khawatir karena menurut pak Bambang sang pemilik “Pumpunk Craft” pesananku  memang harus dibuat satu persatu, aku tetap mengirim uang muka sebesar 50% untuk segera dikerjakan hari itu juga dan sisanya akan aku kirim beserta ongkos kirimnya ketika pesanan selesai dan siap dikirim.

Alhamdulillah, pesanan aku terima tgl 17 Pebruari yaitu 5 hari sebelum acara. Kondisinya bagus dan tokoh wayangnya adalah Rama & Shinta sesuai permintaanku. Demikian juga warnanya, 50 lembar berwarna campuran merah, pink dan emas dan 50 lembar sisanya berwarna campuran ungu, pink dan emas. Cantik deh pokoknya dan yang penting, Drew menyukainya! :)

Ada beberapa lembar yang kurang sempurna namun karena jumlah tamu kami memang tidak sampai 100 orang, itu sama sekali bukan masalah.

Saranku untuk urusan souvenir ini, pesan lah souvenir yang sesuai dengan karakter kita, pasangan pengantin dan tentu saja berguna untuk para tamu di acara pernikahan, juga teman-teman yang berhalangan hadir namun tetap bisa kita berikan souvenir sebagai kenang-kenangan :D

Btw, hari ini hari terakhir puasa niat dan syukurku selama 40 hari. Insha Allah, lunas sudah hutangku setelah berbuka nanti :)

About these ads

8 thoughts on “Perburuan Souvenir Pernikahanku

  1. saya juga gak hadir karena baru tau setelah lihat di FB tepatnya…bisa gak ya saya dapet souvenirnya?…kebetulan saya juga suka baca…(hehehe…usaha trus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s