Baju dan Rias Wajah Pengantin Pilihanku

Baju dan rias pengantin termasuk kebutuhan utama buat perempuan berbeda dengan laki-laki yang tidak begitu perduli dengan urusan ini. Menjadi utama karena kita ingin tampil berbeda di hari bersejarah yang akan kita kenang sepanjang hidup tentunya :)

Aku terkaget-kaget ketika mengetahui harga sewa baju pengantin perempuan saja berkisar antara 5 juta hingga 20 juta di internet. Pemikiranku tadinya menyewa akan lebih murah daripada membuat khusus di penjahit ternyata biayanya tidak berbeda jauh.

Namun demikian, dengan pertimbangan bahwa baju tersebut hanya kami gunakan sekali maka niat menyewa saja tetap kami jalankan. Memikirkan untuk digunakan lagi oleh Ovi dan Jay, anak-anak perempuan kami ketika mereka menikah di kemudian hari sepertinya egois sekali karena belum tentu sesuai dengan selera mereka nantinya.

Tetap gigih mencari akhirnya aku mendapatkan harga yang lebih murah yaitu Rp 3,5 juta untuk sepasang kebaya dan bawahan beserta beskap dan celana panjang. Jika ingin dilengkapi dengan selendang, kopiah dan aksesoris sanggul harus menambah sewa lagi. Sewa selendang juga tidak murah yaitu antara 300-500 ribu tergantung bahan dan motif selendang yang kita pilih. Ada bermacam-macam model aksesoris sanggul yang tersedia dari tiara mungil, sirkam permata hingga bunga sederhana yang cantik namun rata-rata sewanya juga sekitar itu :roll:

Drew tidak pernah antusias jika diajak mendiskusikan ini sehingga membuatku uring-uringan. Buatku sewa dengan harga sekian masih tidak masuk akal untuk digunakan hanya beberapa jam saja sementara Drew tidak mau ambil pusing karena berpikir memang sekian harganya.

Hingga izin dari kantornya keluar, kami masih berkutat menentukan apakah jadi menyewa di butik dekat rumahku itu. Aku akhirnya menemukan situs penyewaan baju pengantin yang terletak di daerah Pulomas namanya “Griya Melati”. Sempat bertanya-tanya lewat telefon, sewa kebaya di sana berkisar antara Rp 1 juta hingga 5 juta juga sementara untuk beskap harganya terpisah. Aku pun memutuskan untuk melihat-lihat langsung ke lokasi.

Berdua dengan Drew, kami memilih diantara puluhan koleksi kebaya yang dimiliki mereka. Permintaan khusus kami adalah berwarna putih. Jadi kami hanya tinggal memilih dari album foto yang disediakan di ruang tunggu dan petugasnya akan mengambilkan dari lemari khusus penyimpanan di dalam. Pusing melihat begitu banyak pilihan, aku serahkan urusan itu ke Drew dan dia langsung memilih sebuah kebaya putih paling sederhana. Petugas meminta kami memilih dua kebaya lagi untuk perbandingan sebelum dicoba satu per satu.

Mereka sebelumnya sempat terkejut ketika kami beritahu kebaya tersebut akan digunakan untuk akad nikah dua minggu dari saat itu karena menurut mereka, paling cepat pasangan calon pengantin datang enam bulan sebelum acara akad nikah untuk memilih baju pengantin di situ. Kami berdua hanya saling melempar seringai nakal mendengar penjelasan mbak-mbak petugas yang sabar itu.

Kebaya yang dipilihkan Drew untukku bernama Yudita. Sewaktu memakainya aku merasa biasa saja namun ketika aku mematu-matut diri di depan Drew dan menanyakan pendapatnya, dia memandangku tidak seperti biasa dan cukup lama sebelum mengatakan dia suka aku memakai kebaya itu :oops:

Lalu aku mengganti kebaya pilihan lainnya, lagi-lagi aku menanyakan pendapatnya namun Drew menjawab sambil lalu dengan menggelengkan kepala dan kembali tenggelam dengan gadget-nya. Pun demikian reaksinya untuk kebaya ketiga. Salah satu petugas yang membantuku bercerita biasanya jika pilihan calon pengantin laki-laki jatuh pada kebaya pertama maka selanjutnya tidak akan berubah lagi.

Beskap pasangan kebaya tersebut pun dicoba oleh Drew dan sekali sebut, ukuran yang dipilihnya langsung sesuai dengan tubuhnya.

Total untuk sewa sepasang baju pengantin tersebut adalah Rp 1,5 juta sudah termasuk selop, kopiah, anting-anting dan bros utk kebayaku. Untuk selendangnya harus menyewa lagi sebesar Rp 200 ribu. Perjanjiannya, seminggu sebelum acara kami harus fitting lagi dan baju pengantin bisa diambil sehari sebelum acara. Kami langsung meminta khusus untuk tidak perlu fitting lagi dan pengambilan sepasang baju dan perlengkapannya tersebut sudah bisa dilakukan pada hari Sabtu setelah kami mentransfer uang muka sebesar Rp 500 ribu karena meskipun acara akad nikah jatuh pada hari Selasa namun kami pasti butuh istirahat dan ketenangan pada hari Senin setelah acara lamaran yang dilaksanakan pada hari Minggu. Mereka mau mengerti dan kami pun pulang.

Kebutuhan berikutnya adalah rias wajah pengantin. Setelah bertanya kemana-mana ternyata rias pengantin dibedakan dengan rias wajah biasa. Tadinya aku pikir berbeda karena mungkin periasnya melakukan ritual puasa atau ngelakon apa lah sebelum merias pengantin, ternyata tidak juga. Jadi apa yang membuatnya mahal ya?

Rata-rata mereka maunya disewa paketan yaitu satu paket termasuk jasa fotografer dan sewa baju pengantinnya. Mau tahu berapa paketan untuk ketiga hal tersebut? Rp 9,5 juta hingga Rp 15 juta! :shock:

Aku sampai bertanya sekali lagi untuk meyakinkan diri apakah harga itu termasuk setting dekorasi gedung atau yang lain? Tidak! Biaya tersebut hanya untuk rias pengantin termasuk baju pengantin dan jasa liputan foto untuk nantinya dicetak menjadi 2 album kolase dan 1 foto kanvas ukuran besar banget.

Mencoba bernegosiasi berapa jika aku hanya mengambil rias pengantin saja, tanpa jeda lama aku langsung mendapat jawaban yaitu Rp 2,5 juta. Aku mengucapkan terimakasih dan langsung meninggalkan salon dan studio foto tersebut.

Aku juga mulai bertanya dengan teman-teman yang baru menikah ternyata memang seharga itu rata-rata harga paketan maupun rias pengantin tersendiri. Salah satu temanku memberi ide untuk memilih rias wajah biasa saja bukan pengantin. Sama seperti rias untuk keluarga pengantin yang biasanya ikutan dirias pada acara pernikahan. Dari temanku itu juga aku mendapat informasi biasanya upah merias wajah biasa untuk keluarga sekitar Rp 250 ribu per orang, belum termasuk mengerjakan rambut. Aku mulai sedikit lega karena untuk sanggulan, aku sudah memiliki stylish favorit di salon dekat rumah di daerah Bintaro yaitu salon “Ma Belle” namanya mas Jamal.

Aku segera mengirim sms menanyakan kesediaanya untuk datang ke rumah pada dua hari berbeda pagi-pagi sekali untuk menyanggul rambutku. Dia langsung merespon bisa dan bertanya apa tidak sekalian rias wajah. Sekedar untuk perbandingan, aku bertanya berapa upah untuk sanggulan dan rias wajah dan dijawab langsung Rp 200 ribu. What? Tiba-tiba di kepalaku ada lampu berpijar dan aku bertanya lagi apakah upah bisa berkurang jika ada tambahan anggota keluargaku yang mau dirias juga namun tidak sanggulan. Lagi-lagi aku mendapat jawaban dengan cepat dan jawabannya bisa :)

Pertimbanganku daripada rias wajah dan pengerjaan rambut dilakukan dua orang berbeda, sebaiknya sekalian saja dikerjakan oleh mas Jamal apalagi harganya lebih murah. Tapi… aku kan belum pernah dirias sebelumnya oleh mas Jamal meskipun hasil sanggulnya memang selalu memuaskan selama ini :-?

Akhirnya aku hanya membaca “bismillah” ketika mengirim tiga contoh model rias pengantin yang aku inginkan dengan harapan dia menyanggupi lagi. Mas Jamal kali ini menyanggupi dengan syarat yaitu hiasan sanggul sebaiknya dari aku sendiri karena koleksinya tidak lengkap dan hiasan sanggul dari gambar-gambar yang aku kirimkan sama sekali tidak dia miliki.

Sedikit lega rasanya dan aku pun mulai berburu hiasan sanggul.

Sebenarnya niatku ke Ambassador Mal adalah mencari hiasan  sanggul bunga putih namun bukannya menemukan hiasan sanggul yang aku inginkan, aku malah melakukan facial di salon langgananku di lantai 4 ITC Ambassador sewaktu aku masih tinggal di daerah Karet Kuningan dulu. Nama salonnya “Cassablanca”. Terapis langgananku di sana bernama mbak Atik, orangnya kalem dan cantik tapi yang paling aku suka adalah tangannya sangat lembut dan harum.

Hampir 3 tahun aku tidak pernah ke salon tersebut, dia terkejut ketika melihat kondisi kulit wajahku yang kering dan kusam. Mungkin karena sedikit tertekan dan puasa berhari-hari dengan niat agar urusanku diperlancar oleh Yang Maha Pemurah, kulitku menjadi berubah signifikan. Saat itu aku sempat panik dan merasa jatuh ketika melihat reaksi mbak Atik melihat wajahku. Dia lebih terkejut lagi ketika aku ceritakan sepuluh hari lagi aku akan dilamar.

Akhirnya aku menghubungi mbak Bunga, pemilik salon itu yang kebetulan sedang di Jogja. Aku menceritakan masalahku dan bertanya apakah ada obat untuk memulihkan kondisi kulitku dalam waktu singkat. Mbak Bunga membalas smsku dengan mengatakan ada krim malam dan krim pagi khusus untuk masalahku itu namun dia meminta aku berhenti berpuasa, mengkonsumsi banyak air putih dan dibantu juga oleh vitamin E.

Hari itu untuk salon dan krim-kriman, aku mengeluarkan dari kocekku sebesar Rp 875 ribu. Drew hanya geleng-geleng kepala mendengar ceritaku setelah bertanya mengapa aku tiba di rumah sangat terlambat. Mungkin menurut dia, aku aneh! Semua hal ditawar tapi kalau urusan perawatan diri, aku tidak pernah menawar :oops:

Aku sudah merasa lebih tenang karena urusan baju dan rias pengantin sudah dicontreng dari daftarku. Demikian juga untuk perawatan sebelum hari “H”, seharusnya anggaran tersebut sudah termasuk luluran, creambath dan ratus namun aku pikir kesegaran wajahku di hari yang mendebarkan lebih penting dari semua itu.

Di lain hari aku menyempatkan diri ke “Mangga Dua” untuk mencari hiasan sanggul. Hiasan sanggul yang aku inginkan ternyata memang sudah tidak ada karena sudah tidak trend lagi, sebagai gantinya model permata bling-bling ada dimana-mana. Setelah ke berbagai toko, pilihanku jatuh ke hiasan berbahan logam tipis dengan motif kupu-kupu, bunga dan daun yang berbentuk memanjang seperti bandana. Sengaja aku pilih dua warna dengan motif ukiran berbeda pula, satu yang berwarna kuning emas untuk lamaran dan satunya yang putih perak untuk akad nikah.

Dasar sudah lama tidak ke Mangga Dua, aku pun keasyikan di toko hiasan sanggul itu karena menyediakan aksesoris lainnya seperti anting-anting, bros dll. Dua macam hiasan sanggul itu menjadi lebih murah harganya yaitu masing-masing Rp 100 ribu  karena aku membeli beberapa aksesoris lainnya di sana.

Setelah dua hari memakai krim dari salon, kulitku mengelupas dan tidak berhenti mengelupas setelahnya. Aku menghubungi mbak Bunga, menurut dia selama masih ada sel-sel kulit mati, wajahku akan mengelupas terus. Asumsiku memang banyak sel-sel kulit mati di wajahku karena sudah berhari-hari belum berhenti juga mengelupasnya.

Aku jadi khawatir di hari H nanti kondisi wajahku malah mengelupas aneh tapi mbak Bunga meyakinkanku, kalau aku menghentikan pemakaian krim tersebut betapa sayangnya karena sel-sel kulit yang mati tidak tuntas dibersihkan. Dia lagi-lagi memintaku berhenti puasa, setelah ditimbang-timbang karena sudah genap 30 hari aku menyetujuinya. Yang Maha Pemurah pasti mengetahui dan mengerti kondisiku jadi aku meminta izin pada-Nya untuk meneruskan sisa 10 hari niat puasaku setelah acara selesai.

Salah satu hadiah yang paling menyenangkan di hari lamaran adalah kulit wajahkku sama sekali berhenti mengelupas, padahal sehari sebelumnya masih mengelupas disekitar pipi dan dahi. Demikian juga pada hari akad dan walimah nikahku, pengelupasan tidak terjadi lagi dan satu hal lagi yang membuatku merasa semakin senang adalah riasan wajah oleh mas Jamal sesuai dengan wajah dan seleraku :D

Riasannya gak terlalu ngejreng kan?

Ini hiasan rambut daun-daun perak itu

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini sesudah dirias lengkap :)

Hari ini adalah hari ke-33 aku meneruskan puasaku. Ini menjadi puasa niatku untuk memohon kemurahan Allah swt dan bersyukur karena apa yang aku dan Drew rencanakan untuk hari besar kami sudah berjalan lancar, alhamdulillah.

Satu hal yang pasti, untuk urusan baju dan rias pengantin ini sebaiknya kita banyak bertanya, baik kepada teman maupun lewat telefon ke penyedia jasa sewa dan melihat-lihat di internet untuk perbandingan sehingga cukup sehari untuk “eksekusinya” nanti. Lagi-lagi kekompakan pasangan diperlukan di sini, percayakan pilihan kita kepada pasangan kalau sudah bingung karena bagaimana pun kita ingin terlihat cantik untuk dia, bukan orang lain :)

Sepasang baju pengantin dari Griya Melati

Mau sholat dulu ah, tunggu cerita selanjutnya kalau tidak bosan, ok :-P

About these ads

6 thoughts on “Baju dan Rias Wajah Pengantin Pilihanku

  1. Mbak, mau tanya. Salon / Klinik Casablanca yang disebutkan di atas masih buka di Ambasador gak, ya? Saya tertarik dan soalnya saya cari infonya di internet tidak ada. Terimakasih.

    • Kalau masih buka atau tidak, saya tidak tahu karena saya belum ke sana lagi sejak terakhir saya facial menjelang hari lamaran lalu. Namun saya masih menyimpan nomer telefon mbak Bunga, pemiliknya. Silahkan tanya langsung ya di nomer 081584021717 atau 02170268848. G’luck! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s