Bagaimana dengan Baju untuk Acara Lamaran dan Orangtua Mempelai?

Nah ini nih, bagian yang lumayan bikin pusyiiing!

Acara lamaran adalah bagian dari prosesi pernikahan. Acara ini biasanya setelah acara perkenalan dan sebelum pesta bujang. Kebetulan kedua acara itu kami lewati dengan pertimbangan tidak terlalu penting karena kedua orangtua kami sudah saling mengenal sebelumnya dan khusus pesta bujang, kami merasa terlalu tua untuk bersikap seperti bujang tidak berpengalaman di depan teman-teman kami yang rata-rata sudah tertata hidupnya :lol:

Akhirnya acara lamaran ini kami pilih sebagai appetizer,  akad nikah seperti main course-nya dan walimah atau syukurannya menjadi dessert.  Tanpa menyesal sedikit pun, kami menghapus sesi aperitif drink atau perkenalan demikian juga sesi untuk soup yang kami anggap seperti pesta bujang. Lho ini ngomongin apa sih? :D

Sebenarnya acara lamaran di keluargaku termasuk acara adat formal. Di akhir tahun lalu aku menghadiri dua acara lamaran sepupuku. Lamaran yang pertama, keluargaku dari pihak perempuan dan yang kedua, keluargaku dari pihak laki-laki. Aku memutuskan untuk tidak seresmi keduanya. Buatku cukup keluarga pihak laki-laki menyatakan niat dan membawa buah tangan yang biasa disebut seserahan lalu makan siang bersama dan ditutup dengan do’a.

Demikian juga untuk dress code-nya, sebisa mungkin tidak membebani siapa pun yang akan hadir.

Pilihanku untuk kami berdua jatuh kepada model kebaya encim dan baju koko, jadi sama sekali tidak menonjolkan budaya daerah masing-masing. Selain keduanya mudah didapatkan, harganya juga terjangkau untuk kami berdua.

Baju koko

Kebaya encim

Kebaya encim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Masalah muncul ketika aku secara khusus menjahitkan kedua orangtuaku baju dari bahan batik sarimbit (untuk pasangan). Ternyata ibuku kurang berkenan. Aku segera menggantinya dengan memberi orangtuaku masing-masing sejumlah uang untuk digunakan membeli baju yang mereka sukai. Supaya adil, aku pun meminta pasanganku memberi sejumlah uang untuk orangtuanya. Jadi kami tidak perlu terbebani masalah baju orangtua kami lagi.

Syukur lah acara lamaranku dengan gaya busana berwarna-warni malah menjadi menarik, misalnya ayahku menggunakan jas sementara ibuku merasa nyaman dengan baju terusan layang-layangnya. Kedua calon mertuaku mengenakan baju koko dan baju kurung. Sepupu-sepupuku datang dengan berbagai macam gaya ada yang menggunakan gaun, setelan kasual, batik bahkan baju muslim sementara dari sepupu Drew ada yang memakai batik, kaftan dan baju adat. Ketika diabadikan, sekilas temanya menjadi “Bhineka Tunggal Ika” sekali deh! :)

Kami hanya berpikir meskipun sederhana, rencanakan yang terbaik untuk acara ini karena baik keluarga tuan rumah maupun keluarga tamu harus sudah bisa melebur di sini. Aku terus terang terbantu sekali dengan suami dari sepupu ayahku yaitu pamanku yang menjadi pembawa acara dadakan karena baru diminta pada hari lamaran itu. Orangnya lucu, ramah dan gaya “apa adanya” yang dimiliki membuat suasana pertemuan bisa mencair.

Salah satu bagian yang membuat kedua keluarga bisa tertawa bersama dengan hangat adalah ketika aku dipanggil ayahku ke ruang pertemuan dua keluarga dari ruang rias yang memang disediakan untuk tempatku “bersembunyi”.  Lama tidak muncul membuat pamanku itu mencariku ke berbagai sudut ruangan pertemuan. Ini dilakukannya bukan dengan maksud melucu tapi memang tidak tahu dimana  ruang rias tempat aku berada. Jadi semua tertawa karena melihatnya kebingungan mencariku.

Keluar dari ruang rias untuk ditanya kesediaanku dilamar :oops:

Suara tertawa dari ruang pertemuan membuatku yang tadinya tegang menjadi lebih santai. Itu juga membuatku bisa tersenyum lepas kepada semua orang di ruang pertemuan ketika berjalan keluar. Menurut pasanganku di kemudian hari, saat itu aku terlihat “cantik” hahaha….. kalau dipuji cantik langsung diingat deh, padahal itu karena yang merias wajahku memang jago saja! :D

Aku ingin berbagi tips sedikit disini, jika ingin menjadikan kebaya encim menjadi koleksi pribadi, beli sekalian yang bagus dengan harga cukup murah yaitu di Thamrin city atau JCC. Harganya sekitar Rp 350,000,- sampai dengan Rp 750,000,-. Semakin banyak bordirannya, semakin mahal harganya apalagi jika bagian kerah juga dibordir dan berlengan panjang. Cari yang bordiran tangan dari Padang supaya kebaya terlihat bagus baik dilihat dari luar maupun dalam.

Untuk kain batik yang akan dipakai sebagai bawahan kebaya encim harga biasanya berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu dengan berbagai motif yang menarik.  Namun karena aku terlanjur “mupeng” di depan penjual dan tidak bisa ke lain hati eh kain, kain bawahan yang aku pilih menjadi dua kali lipat harganya yaitu Rp 250 ribu ditambah ongkos jahit Rp 100 ribu. Total harga kain bawahanku itu sama dengan kebaya encimnya sendiri. Tidak apa-apa lah, aku menghibur diri. Toh kebayanya bisa dipakai sekali dua kali lagi sementara bawahannya bisa dipadukan dengan beberapa kebaya lain karena kebetulan warnanya banyak.

Insha Allah, kalau acara lamaran sudah lancar beban akan berkurang lumayan banyak sehingga bisa memasuki acara akad nikah nantinya lebih tenang.

Jika tidak sesuai, jangan jadikan hal-hal tidak mendasar menjadi suatu masalah  karena pada dasarnya niat baik akan selalu diperlancar oleh “tangan tak terlihat” sehingga akan terlaksana baik pula. Maju terus, pasti akan terbuka koq jalannya.

Acara lamaran menjadi salah satu yang berkesan sekali dalam hidupku karena di sini orangtuaku yang sedang berkonflik bisa menekan ego masing-masing untuk satu tujuan yaitu kebahagianku, keluarga besarku bisa bersilaturahim baik dari keluarga ayah maupun ibu dan yang paling kusukai adalah keluarga pasanganku merasa nyaman dan diterima dengan baik oleh keluargaku :)

Wah sudah sore, dilanjut nanti ya, mau siap-siap pulang lebih cepat nih.

Sampai ketemu lagi! ;)

About these ads

4 thoughts on “Bagaimana dengan Baju untuk Acara Lamaran dan Orangtua Mempelai?

    • Hehehe… terlewat baca ya tulisan di atas, saya sih belinya di Thamrin City (JCC) :) Sempat bandingin ke Ambassador Mall,masih lebih murah di Thamrin City. Met berburu kebaya ya ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s